Risiko KYC/AML dalam Penggunaan Stablecoin dengan Klien Asing
Diterjemahkan otomatis dari aslinya · Baca versi asli (English)
Sedang mempertimbangkan penggunaan $USDT/$BUSD untuk pembayaran lintas batas dalam bisnis B2B2C kami, di mana pengguna akhir adalah warga negara asing non-Thailand. Ada kekhawatiran besar mengenai KYC/AML, terutama mengingat regulasi aset digital Thailand yang cukup ketat. Ingin bertanya apakah ada yang memiliki pengalaman atau praktik terbaik dalam mengelola risiko kepatuhan dalam situasi seperti ini, khususnya mengenai verifikasi identitas klien asing (non-Thai nationals) dan pencegahan pencucian uang (AML) yang efektif. Jika menggunakan penyedia platform pihak ketiga untuk mengelola on/off-ramp, apa saja yang harus diperiksa secara khusus untuk mengurangi risiko hukum kami?