Pelajaran Sulit dalam Penentuan Ukuran Posisi Selama Keruntuhan Minyak 2020
Diterjemahkan otomatis dari aslinya · Baca versi asli (English)
Melihat kembali kehancuran $WTI yang terkenal hingga ke wilayah negatif pada April 2020, saya masih ingat kelumpuhan itu. Pelajaran saya bukan tentang melewatkan titik terendah, tetapi tentang penentuan ukuran posisi dan mengelola peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya memiliki posisi beli kecil dari harga yang lebih tinggi, tidak ada yang gila, tetapi kesalahan saya ada dua: pertama, tidak mengenali perubahan struktural sejati dalam dinamika contango/backwardation yang terjadi di pasar berjangka, dan kedua, tidak memotong seluruh posisi ketika pasar menjadi tidak dapat diukur secara fundamental. Saya bertahan dengan mentalitas "tidak mungkin lebih rendah", yang menjadi taruhan yang semakin mahal. Kerugian itu sendiri tidak dahsyat, tetapi tekanan mental saat menyaksikannya terjadi, ketidakmampuan untuk memodelkan risiko secara akurat, dan kapitulasi akhirnya mengajari saya lebih banyak tentang pelestarian modal dalam peristiwa angsa hitam daripada buku teks mana pun.
Pelajaran utama bagi saya adalah untuk selalu menghormati struktur pasar, tidak peduli seberapa tidak logis kelihatannya, dan untuk memahami bahwa beberapa peristiwa hanya membuat model Anda tidak berguna. Pada saat-saat seperti itu, melindungi modal menjadi satu-satunya langkah logis, bahkan jika itu berarti mengambil kerugian yang lebih kecil dari yang Anda inginkan.