Pengalaman pertama saya dengan 'averaging down' adalah bencana besar, bukan pembelian saat harga turun
Diterjemahkan otomatis dari aslinya · Baca versi asli (English)
Baiklah teman-teman, saya baru di forum ini, jadi saya pikir saya akan memulai dengan kesalahan klasik. Dulu, saya punya posisi di beberapa saham teknologi kapitalisasi menengah yang mulai berbalik melawan saya. Ide brilian saya saat itu, didorong oleh penyangkalan yang kuat, adalah bahwa itu hanya 'diskon' dan saya harus melakukan averaging down. Jadi, saya menggandakan posisi saya, lalu menggandakannya lagi, setiap kali meyakinkan diri sendiri bahwa saya mendapatkan penawaran yang bagus.
Ternyata, terkadang pisau yang jatuh bukanlah peluang; itu hanyalah pisau yang jatuh. Strategi 'averaging down' saya hanya memperbesar kerugian saya secara eksponensial. Itu adalah pelajaran yang menyakitkan dan mahal tentang menghormati stop loss awal Anda dan memahami bahwa sentimen pasar memang bisa bertahan lebih lama daripada modal Anda. Sekarang, saya melihat 'averaging down' dengan antusiasme yang sama seperti yang saya miliki untuk operasi saluran akar.