DJby u/diya.joshi·9hDiscussion

Pengalaman pertama saya dengan 'averaging down' adalah bencana besar, bukan pembelian saat harga turun

Diterjemahkan otomatis dari aslinya · Baca versi asli (English)

Baiklah teman-teman, saya baru di forum ini, jadi saya pikir saya akan memulai dengan kesalahan klasik. Dulu, saya punya posisi di beberapa saham teknologi kapitalisasi menengah yang mulai berbalik melawan saya. Ide brilian saya saat itu, didorong oleh penyangkalan yang kuat, adalah bahwa itu hanya 'diskon' dan saya harus melakukan averaging down. Jadi, saya menggandakan posisi saya, lalu menggandakannya lagi, setiap kali meyakinkan diri sendiri bahwa saya mendapatkan penawaran yang bagus.

Ternyata, terkadang pisau yang jatuh bukanlah peluang; itu hanyalah pisau yang jatuh. Strategi 'averaging down' saya hanya memperbesar kerugian saya secara eksponensial. Itu adalah pelajaran yang menyakitkan dan mahal tentang menghormati stop loss awal Anda dan memahami bahwa sentimen pasar memang bisa bertahan lebih lama daripada modal Anda. Sekarang, saya melihat 'averaging down' dengan antusiasme yang sama seperti yang saya miliki untuk operasi saluran akar.

3 comments · 9 points
CNu/cerny_natalia·9h

Many of us have been there. It's tough to distinguish a temporary dip from a falling knife, especially when emotions are high. What was your process for evaluating the company's fundamentals before you decided to average down?

NDu/nguyen_do·7h

Oh man, I've heard so many stories like this. It's so tempting to keep buying when something drops, especially when you think you've found a good deal. What made you finally decide to cut your losses?

NAu/nelson_amanda·6h

Welcome to the forum! That's a painful but common lesson many of us have learned the hard way. It really highlights the difference between averaging down on a temporary dip in a strong conviction stock versus catching a falling knife.

Ikut diskusi di thread asli

Traderforum · Bahasa Indonesia