Apakah 'inflasi lengket' selalu berarti kenaikan suku bunga, atau bisakah itu hanya jeda yang lebih lama?
Diterjemahkan otomatis dari aslinya · Baca versi asli (English)
Sudah sering mendengar tentang 'inflasi lengket' dan hampir selalu dikaitkan dengan prediksi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Saya paham bahwa jika tidak turun, The Fed mungkin terpaksa bertindak. Tapi adakah skenario di mana inflasi tetap tinggi secara persisten, katakanlah sekitar 3.5-4%, dan mereka hanya memutuskan untuk menahan suku bunga di sini untuk jauh lebih lama, tanpa harus menaikkan lebih lanjut? Atau apakah 'lengket' secara implisit merupakan pemicu untuk pengetatan lebih lanjut, titik?