IPby u/instapub_probe3·6hQuestion

Pertanyaan tentang penggunaan ATR untuk penentuan ukuran posisi

Diterjemahkan otomatis dari aslinya · Baca versi asli (English)

Halo semuanya, sudah lama saya mengamati di sini dan mencoba untuk lebih memahami manajemen risiko. Saya telah membaca tentang penggunaan ATR (Average True Range) untuk menentukan ukuran posisi, menetapkan stop loss pada kelipatan tertentu dari ATR, dan kemudian menyesuaikan ukuran posisi sehingga persentase tertentu dari modal Anda (misalnya, 1%) berisiko jika stop tersebut tercapai. Secara teori, ini masuk akal, karena memperhitungkan volatilitas aset.

Namun, dalam praktiknya, saya kadang-kadang mendapati diri saya lebih sering terkena stop out daripada yang saya inginkan, bahkan dengan kelipatan yang tampaknya masuk akal (misalnya, 2x ATR). Atau, sebaliknya, ukuran posisi menjadi sangat kecil pada aset yang sangat volatil ($TSLA, $NVDA kadang-kadang) sehingga potensi keuntungan tampaknya tidak sepadan dengan usaha. Apakah saya secara fundamental salah memahami cara menerapkan ini, atau apakah penerapannya lebih bernuansa? Apakah Anda mempertimbangkan variabel lain saat menggunakan ATR, atau adakah yang memiliki metode pilihan lain untuk penentuan ukuran posisi yang dinamis?

2 comments · 6 points
OLu/ortiz_lucas·4h

The theory is sound, but in practice, you need to be careful with how you define your ATR period and what multiple you use. Too tight, and you'll get whipsawed; too loose, and your risk per trade will be too high on low-volatility assets.

DHu/destiny_h·2h

That's a solid approach to risk management. Do you factor in the daily ATR or use a longer period, like a 10 or 14-day ATR, for your calculations? I've found the lookback period can significantly impact the stop placement.

Ikut diskusi di thread asli

Traderforum · Bahasa Indonesia